News Ticker:
Home » , , » Problematika Palestina, Kapan Selesai?

Problematika Palestina, Kapan Selesai?

Oleh: Andhika Putra Dwijayanto (Alumni DKM TM angkatan 2011)

Konflik antara Palestina dan Israel sepertinya merupakan pertunjukan layar kaca yang paling lama yang pernah ada di muka bumi. Dan lagi-lagi, kaum Zionis Yahudi menjadi dalang utama di balik semua serangan dan pembantaian yang terjadi. Termasuk yang terjadi baru-baru ini, di bulan yang—seharusnya—penuh berkah bagi kaum muslimin, Ramadhan, Israel kembali membombardir jalur Gaza—entah untuk keberapa ratus kalinya.
Dalam ‘drama’ kali ini, entah sudah berapa ribu orang yang syahid dan terluka, serta kerugian yang bisa mencapai triliunan rupiah. Dua orang anak yang bersekolah pada suatu hari, esoknya mungkin tinggal satu yang datang, karena yang satu lagi terbunuh. Masjid-masjid diluluhlantakkan. Lembaga pembinaan Qur’an yang baru dibangun pun tidak luput dimusnahkan. Tentara Israel bertindak layaknya babi buta yang terus menyerang tanpa tahu batasan.

Sementara itu, kaum muslimin tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu kaum muslimin di Palestina. Bantuan yang bisa diberikan mentok sebatas doa dan donasi berupa makanan dan obat-obatan. Para penguasa negeri muslim di sekitarnya pun diam, tidak mengirimkan bantuan militer untuk membantu memerangi tentara Zionis. Padahal dalam statusnya sebagai penguasa, mereka memiliki otoritas terhadap kekuatan militer. Sudah seharusnya mereka membantu kaum muslimin yang terjajah di Palestina. Sayangnya, para penguasa ini tidak lebih dari penguasa busuk pengkhianat umat yang tunduk dibawah ketiak mafia kapitalis global, Amerika. Mereka tidak lebih dari boneka Amerika, yang notabene merupakan penyokong utama Israel.

Sesungguhnya persoalan Palestina ini adalah persoalan perampokan terhadap tanah kaum muslimin dan penjajahan. Konflik ini bisa berlarut-larut karena tidak adanya persatuan di tengah kaum muslimin. Saat ini, umat Islam terpecah menjadi lebih dari 50 negara bangsa yang lemah dan tersekat dalam ikatan rapuh nasionalisme. Sekat nasionalisme ini membuat banyak dari kaum muslimin yang tidak peduli dengan nasib saudaranya di belahan bumi lain. Para penguasa kaum muslimin tidak berdaya dan tidak peduli, karena mereka berada di bawah cengkeraman Amerika. Tidak ada seorang khalifah yang memimpin seluruh kaum muslimin dalam satu naungan, yang memerintah berdasarkan Islam dan menyerukan jihad untuk memerangi musuh-musuh Islam. Karena itulah, Israel yang tidak mengerti bahasa diplomasi bisa dengan membabi buta menyerang Palestina.

Tidak mungkin berharap pada PBB untuk membebaskan Palestina, karena mereka sejak awal merupakan pendukung Israel. Sementara Israel sendiri tidak mengerti bahasa diplomasi. Mereka hanya mengerti bahasa perang dan senjata. Solusi dua negara yang ditawarkan beberapa pihak sendiri justru merupakan pengkhianatan besar skenario Barat, karena itu sama saja mengakui eksistensi negara terkutuk di tanah suci kaum muslimin!

Maka tidak ada cara lain untuk membebaskan Palestina selain mewujudkan persatuan seluruh kaum muslimin dalam naungan Daulah Khilafah. Khilafah akan mempersatukan kaum muslimin dan menjadikannya umat terkuat, sehingga kaum kafir akan berfikir ribuan kali sebelum melakukan invasi ke wilayah Khilafah. Dan Khalifah yang memimpinnya akan menyerukan jihad untuk membebaskan Palestina dari penjajahan kaum Zionis dan menyatukannya ke dalam wilayah Islam. Ingatlah kisah Harun ar-Rasyid, yang ketika melihat pemimpin Romawi melecehkan Islam, tanpa banyak bicara beliau langsung mengirimkan pasukan dengan beliau sendiri berada di garis paling depan, dan pada akhirnya Romawi pun ditaklukkan.

Sudah seharusnya kaum muslimin bergerak bersama untuk bisa mengembalikan eksistensi Daulah Khilafah dan melenyapkan sekat-sekat semu nasionalisme yang sukses memecah belah umat dan melemahkannya. Dan mari kita bantu kaum muslimin di Palestina, dengan dakwah mewujudkan persatuan umat dibawah satu pemimpin, satu khalifah, serta berikan doa dan donasi kita pada mereka.

“Sesungguhnya kaum muslimin itu bagaikan satu tubuh. Jika salah satu bagian merasa sakit maka bagian lain akan ikut merasakannya.”  (HR Muslim)
Share this article :

0 komentar:

Baca Juga

LOMBA PENULISAN (JANUARI)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Forum Alumni DKM Talimul Muta'allim - All Rights Reserved